BAB II
PEMBAHASAN
1. Ilmu Jiwa Assosiasi
Tokoh : John
Locke (abad 17).
Kemudian
aliran ini diikuti oleh David Hume, Hertley John Stuart Mill dan Herbert
Spencer.
Pendirian Psikologi Assosiasi
1.
Dalil Pokok : Jika beberapa elemen (unsur)
bersama-sama atau berurut-urut masuk ke dalam kesadaran,dengan sendirinya
terjadi hubungan antar unsur-unsur itu. Hubungan ini disebut assosiasi.
Ciri-ciri
dari pada assosiasi itu adalah :
a. Tiap-tiap
gejala jiwa tidak lain adalah kumpulan unsur-unsur elemen.
b. Kekuatan
assosiasi tergantung banyaknya kalinya unsur-unsur itu masuk bersama-sama
kedalam kesadaran.
c. Assosiasi
hanya sifat luar saja, assosiasi tidak dapat mengubah sifat masing-masing
elemen.
2. Metode
kerja psikolongi assosiasi: Ilmu jiwa assosiasi mengikuti carakerja gaya (mekanika),
dan dari padanya dipakai analitis-sintesis dalam kalangan ilmu jiwa.
Anaitis
: Orang berusaha mengadakan analisa
untuk mengembalikan semua gejala jiwa kepada
unsur yang paling sederhana, yakni tanggapan segala yang terjadi dalam kesadran
bersal dari elemen – elemen tersebut. Bahkaan semua gejala jiwa yang lebih
tinggi (misal memikir,merasa,menghendaki) dapat dikembalikaan kepaada
tanggapan.
Sintetis
: Orang berusaha mengadakan sintesis menyusun gejala – gejala jiwa yang lebih
dari unsur – unsur jiwa yng lebih dari unsur – unsur pangkal yakni tanggapan.
Ciri – ciri Psikologi Assosiasi :
a) Ilmu
jiwa assosiasi adalah Psikologi elemen. Jiwa hanyalah suatu jumlah atau
kumpulan daripada elemen – elemen. Kesatuan hidup kejiwaan tidak ada. Sampai –
sampai D. Hme mengatakan “Aku adalah seberkas tanggapan”.
b) Paikologi Assosiasi adlah
psikologi yang bersifat ilmu pengetahuan alam. Metode kerja yang di pakai
adalah metode ilmu pengetahuan alam, akni analitis-sintesis.
c) Psikologi assosiasi bersifat
kausalistis. Peristiwa – peristiwa dalam jiwa diterangi dengan adanya pasangan
– pasangan yang bersal dari luar. Psikologi ini tidak memperhatikan adnya norma
– norma hidup, cita – cita,niai hidp yang dituju.
d) Psikologi assosiasi bersifat
sensualistis. Gejala mengenal dunia luar di pandang primer, sedang gejala
merasa dn menghendaki dipandang sekunder.
e) Psikologi assosiasi bersifat
mekanisasi. Jiwa dianggap pasif dan dipandang mesin. Segala kejiwaan dikuasai
oleh hukum-hukum assosiasi.
2.
Ilmu
Jiwa Gestalt
A. Gestalt
Psikologi timbul sebagai reksi terhadap elemen pskologi Pelopor ilmu jiwa ini
ialah Van Ehrendels
PERBEDAAN
Ilmu Jiwa Assosiasi
|
Ilmu Jiwa Gestalt
|
1).Berpendapat bahwa semuagejala kejiwan terjadi
dari unsur – unsur, yakni tanggapan
|
1).Bahwa dalam alat kejiwaan tidak terdapat jumlah
unsur melainkan gestalt (keseluruhan).
|
2).Dari bagian (unsur) itu terjadi suatu proses
penggabungan yang di sebut assosiasi. Dalam jumlah ini unsur – unsur tetap
berdiri sendiri dan jumlah itu benar-benar hanya merupakan gabungan
unsur-unsur
|
2).Tiap – tiap bagian tidak berarti sama sekali, dan
banyak mempunyai arti kalau satu dalam hubungan kesatuan. Tiap bentuk
tertentu dari ksatuan itu disebut Gestalt
|
B.
Aliran- Aliran Ilmu Jiwa Gestalt
a)
Aliran Berlin, tokohnya : Wertheimer Koffka W. Kohler
b)
Aliran Leipzing, tokohnya : Kreuger H. Vokelt
a. Aliran Berlin
Wertheimer :
merumuskan teori gestalt dengan cara modern. Percoban yang dijalankannya
adalaah mengenai penggamatan dan penglihatan.
Dalam
bukunya yang berjudul “Ueber Gestalt sebagai berikut :
1.
Jumlah : Garis – garis ini merupakan unsur. Kalau
garis – garis ini ditempatkan berjajaar empat, maka keempat garis itu merupakan
jumlah. Jadilah merupakan kumpulan dari beberapa unsur.
2.
Kompeks : Kita menempatkan 4 orang poton garis
berjajar dan 4 ris lengkung yng masing masing merupakan seperempat lingkaran.
Akhirnya terdapat 2 kelompok jumlah jumlah, yakni jumlah gratis lurus ddan
jumlah garis lengkung. Tiap – tiap goongan mempunyai ciri jumlah. Dalam
pnggabungan terdpat barang bar yakni kompleks. Kompleks merupakan kumpulan ari
beberapa jumlah yang belum tersusun.
3.
Struktur : Keempat garis tersebut ditempatkan dengan
cara tersusun. Dalam susunan ini ada hubungan tertentu. Melihat susunan unsur –
unsur itu orang tidak akan melihat garis – garis sebagai unsur satu persatu,
dan tidak akan akan membuang unsur – unsrnya sau satu demi satu, melainkan
cenderung merncerminkan satu susunan tertentu. Susunan dari suatu jumlah unsur
disebut struktur/bentuk.
4.
Klu keempat garislengkungan seperempa lingkaran itu
kitaa tepatkan sebagaimana mestinya dengan cara tertentu,maka terjadilah suat
gestal seperti tampak pada gambar. Kumpulan garis lengkung ini bukan lagi
sebagai jumlah kompeks atau strukur, tetapi mewujudkan gestaalt (lingkaran)
yang mempunyi sifat -sifat tertentu.
5.
Gestalt tersusun : Kalau empat garis dan empat garis
lengkung kita jadikan satu, akan terlihat bahwa ada barang baru yang lain
sekali dengan jumlah garis dan jumlah garis lengkung. Ini merupakan gestalt
tersusun, yakni susunan dari struktur dan getalt dalam suatu bentuk yang
berarti.
Koffka : berpendapat bahwa Gestalt psikologi sebagai
psikologi pertumbuhan. Dia menguraikan hal itu dalam bukunya : “Die Grundlagen
der Pichis en Entvicklung”. Dia menyelidiki dan mencari asas- asas pertumbuhan
dalam ilmu jiwa anak. Juga mempelajari pertumbuhan gestalt yang mula – mula
sangat sederhana dan kemudian menjadi gestalt yang sempurna seperti terdapat
pada orang dewasa.
Kohler:
menguraikan tentang perbuatan seekor simpanse dalam rangka menyelidiki
kecerdasan binatang. Dengan percobaan itu Kohler mengatakan bahwa : peristiwa
terjadinya hubungan antara simpanse-tongkat-pisang merupakan suatu gestalt.
b. Aliran
Leipzig :
Pendapat – pendapat aliran Leipzig :
1). Dalam tiap-tiap pribadi sebaagai
satu Ganzheit hidup(kejiwaan) suatu pendrong untuk mempersatukan, dngan adanya
dorongan itu orang tidak pernah menerima bagian – bagian tersendiri.Segala
sesuatu diterimanya oleh keseluruhannya batinnya dalam bentuk kesatuann.
2). Kesatuan hidup kejiwaaan
terutama terletak pada perasaan. Segala sesuat yang pada suatu ketika ada dalam
alam kejiwaan tersembunyi dalam perasaan, sebaab di dalam perasaan terkadang
seluruh hidup kejiwaan.
3. Aliran Behaviourisme
Tokoh :
William James dan Mac. Dougll.
Pengikut :
Thorndike dan Watson.
A. Aliran ini mempelajari perbuatan manusia bukan dari
kesadarannya,melaikan hanya mengamati perbuatan dan tingkah laku yang
berdasarkan kenyataan. Pengalaman-pengalaman batin dikesampingkan.Dan hanya
perubahan dan gerak gerik pada badan sajalah yang dipelajarainya. Maka sering
dikatayangkan bahwa Behaviourisme adalah ilmu jiwa tanpa jiwa.
B. Segala
macam perbuatan dikembalikan kepada refleks. Behviourisme mencari unsur-unsur
yang paling sederhana yakni perbuatan-perbuatan bukan kesadaran,yang dinamakan
refleks.Refleks adalah reaksi yang tidak disadari terhadap suatu perangsang. Manusia
dianggap suatu kompleks refleks atau suatu mesin reaksi.
C. Behaviourisme berpendapat bahwa pada waktu
dilahirkan semua orang adalah sama. Menurut Behaviourisme pendidikan adalah
maha kuasa. Manusia hanya makhluk yang berkembang karena kebiasaan, dan
pendidikn dapat mempengaruhi refleks sekehendak hatinya .
Pendapat-pendapat
para pengikut Behaviourisme :
1) James
adalah perintis jalan filsafat pragmatisme. Pandangannya tentang filsafat dan
psikologi ditulis dalam bukunya “Principles of Psychology”. Adapun pokok ajaran
pragmatisme itu ialah:
a. Tiap
berpikir mengandung maksud tertentu, yaitu menyempurnakan hidup.
b. Segala
kenyataan bersifat pragmatis, yakni mengandung maksud-maksud tertentu, dan
kenyataan itu hanya berarti kalau ada faedahnya dari manusia.
c. Nilai
pengetahuan manusia harus diuji pada kehidupan yang praktis. Benar tidaknya
sesuatu fikiran itu dapat dilihat dari dapat tindaknya fikiran itu
dipraktekkan, dan terbukti atau tidaknya maksud yang dikandung di dalamnya.
d. Semboyan
kaum Behaviourisme : “The truth is in the making”. Benar ialah apa yang dalam
praktek ternyata tepat dan menguntungkan; Tidak benar,ialah apa yang dalam
praktek tidak memberi hasil.
Misalnya
: kalau anasir agama terbukti membawa kebahagiaan,dapatlah dikatakan bahwa
agama itu benar.Filsafat pragmatisme ini kemudian diikuti oleh Jhon Dewey
(murid James)
Psikologi
James :
a. Manusia
adalah makhluk reaksi. Semua perangsang dari luar menyebabkan timbulnya
reaksi-reaksi itu. Reaksi-reaksi tersebut dapat dibedakan reaksi pembawaan dan
reaksi yang diperoleh
b. James
mengutamakan unsur-unsur motoris, yang dipandang mempunyai arti penting.
Unsur-unsur yang terpenting daripada perbuatan bukan bayang-bayang dunia luar
seperti ilmu jiwa asosiasi, melainkan refleks senso-motoris,yakni penerimaan
perangsang dari dunia luar itu ditambah dengan reaksi yang berwujud gerakan-gerakan.
c. James
menghargai pendirian biologis. Semua peristiwa mengenai merasakan dan
menghendaki adalah untuk berbuat dan bergerak.
d. James
menentang ilmu jiwa unsur. Manusia dipandangnya sebagai organisme (jasad) yang
bereaksi seluruhnya ter hadap perangsang-perangsang.
2) Mac
Dougall :
Sebagai ahli jiwa, Mac Dougall
mempelajri masalah insting sedalam-dalamnya. Insting dipandang sebagai
pendorong penting dalam setiap kegiatan. Ia memandang ilmu jiwa sebagai ilmu
yang mempelajari gerak perbuatan dan tingkah laku hewan dan manusia. Namun
demikian ia kadang-kadang menyerang sifat-sifat mekanisti dari behaviourisme.
3) Watson
:
Dia adalah pengikut aliran behaviourisme
yang tidak radikal. Sejak tahun 1912 Watson ingin meninggalkan ilmu jiwa
empiris dan hendak membentuk ilmu jiwa baru, yaitu ilmu jiwa yang berdasarkan
pada ilmu pengetahuan alam dengan bukti-bukti yang nyata.
Pandangan Watson tentang psikologi ialah
: perbuatan dipandang sebagai suatu reaksi organisme hidup yakni reaksi
terhadap perangsang dari luar.
Reaksi-reaksi itu terdiri atas
gerakan-gerakan yang tertentu dan perubahan-perubahan dalam tubuh. Kesemuanya
itu dapat dinyatakan secara obyektif. Hanya perbuatanlah yang dapat diselidiki
secara positif.
4.
Aliran
Ilmu Jiwa Pikir
Ilmu jiwa pikir termasuk ilmu jiwa baru.
Ilmu ini mempelajari kesadaran tingkat tinggi atau kesadaran yang tidak dapat
diragukan. Aliran yang termasuk dalam ilmu jiwa pikir ini ialah :
A. Aliran
Wurzburg
B. Aliran
Keulen
C. Aliran
Manheim.
D. Aliran
Amsterdam
A. Aliran
Wurzburg
Tokoh
:Oswald Kulpe (murid Wundt)
Pengikutnya
: Ach, Buhler, Marbe, dan Messer
Kulpe mendirikan laboratorium dan
mengadakan pendidikan tentang peristiwa-peristiwa kejiwaan. Sejalan dengan
penyelidikan-penyelididkan yang dilakukan, Kulpe mendirikan aliran baru yang disebut
Wurzburger-Schule. Tugas aliran tersebut ialah mempelajari proses kejiwaan yang
bernilai tinggi yakni berpikir dan kehendak, di mana hal itu sebelumnya orang
kurang memperhatikannya. Untuk menyelidiki dan mempelajari proses berpikir
Kulpe menggunakan metode instrospeksi dan eksperimen.
Dari
hasil eksperimen yang diperoleh, Kulpe mengemukakan dalil-dalil yaitu :
1. Dalam
isi kesadaran ada bagian yang tidak dapat dinyatakan.
2. Dalam
berpikir, AKU (pribadi) memegang peranan penting.
3. Berpikir
mempunyai corak yang menentukan dan mempunyai tujuan tertentu.
B. Aliran
Keulen
Tokoh : Lindworsky
Pengikut : Front,
Sassenfeld, dan Schafer. Mereka melanjutkan penyelidikan yang dijalankan oleh
ahli-ahli di Wurzburg. Penyelidikan dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen
terhadap pikiran anak-anak yang bisu dan tuli
Hasil
penyelidikan Front dan kawan-kawannya itu ialah :
1. Bahwa
pada manusia terdapat beberapa tingkat kesadaran (tingkat berpikir) yaitu :
-
Tingkat berpikir kongkrit
-
Tingkat berpikir skematis
-
Tingkat berpikir abstrak
2. Semua
tingkat memegang peranan berganti-ganti dalam alam kejiwaan. Pikiran tidak
selalu tetap pada salah satu tingkat akan tetapi selalu berpindah-pindah.
Orang-orang dewasa yang normal pada umumnya dapat berpikir abstrak. Ada kalanya
tingkat yang lebih rendah masih memiliki memegang peranan, tapi sebaliknya
dapat menghambat . Misalnya : seseorang menghadapi masalah baru yang sulit.
Kalau hal yang abstrak itu dipecahkan, maka ada kalanya pikiran diturunkan ke
tingkat skematis atau ketingkat kongkrit. Dengan jalan demikian mungkin hal-hal
yang abstrak dapat dipecahkan dengan
bantuan gambar-gambar kongkrit maupun skematis.
3. Anak-anak
kecil, anak-anak terbelakang dan
anak-anak bisu dan tuli tidak dapat melepaskan diri dari bayang-bayang yang kongkrit.
Mereka hanyut dalam alam kongkrit dan belum dapat menyadari hal-hal t\yang
abstrak. Mereka tidak dapatmembentuk pengertian –pengertian logis serta tidak
dapat menyusun pengertian, karena kemampuan bahasa terbatas dan perkembangan
bahasa terhambat.
C. Aliran
Manheim
Tokoh : Otto Selsz. Dia mempelajari peranan
tanggapan dalam proses berpikir. Dari hasil penelitian tersebut Otto Selsz
mengemukakan beberapa pendapat :
1. Peranan
tanggapan dalam proses berpikir :
a. Tanggapan-tanggapan
yang kongkrit tidak mempunyai pengaruh sama sekali, atau sedikit sekali
pengaruhnya terhadap proses berpikir.
b. Tanggapan-tanggapan
kongkrit tidak melancarkan dan tidak menghambat jalan pikiran.
2. Proses
menurut Otto selsz :
a. Berpikir
adalah proses kearah tujuan yang tertentu. Jadi bukan suatu gerakan bertautnya
tanggapan-tanggapan (assosiasi) dan reproduksi, melainkan suatu proses yang
mempunyai tujuan.
b. Berpikir
adalah suatu perbuatan yang abstrak dengan arah yang ditentukan oleh soal yang
harus dipecahkan. Kalau ada sesuatu tugas yang harus diselesaikan oleh pikiran
kita, maka jalannya kesadaran kita arahkan kepada masalah tersebuit, sedang
tanggapan dan pengertian yang tidak ada hubungannya kita singkirkan
c. Berpikir
adalah mempraktekkan metode-metode penyelesaiaan. Kalau ada tugas pikir
(masalah), maka timbullah cara penyelesaian yang tertentu, yaitu dipilihkan
suatu metode yang ditentukan oleh macam tugas.
D. Aliran
Amsterdam
Tokoh : Kohnstamm. Dia mempraktekkan hasil-hasil
penyelidikan Ilmu Jiwa Pikir di dalam pendidikan dan pengajaran. Selain itu
beliau mengadakan penyelidikan yang bersifat eksperimental yitu suatu metode
yang ditentukan oleh macam tugas dan didaktis khususnya yang berhubungan dengan
pengajaran rendah.
Kohnstamm merumuskan asas-asas didaktik sebagai
berikut :
1. Salah
satu dari kewajiban sekolah rendah yang terpenting adalah mengajar anak-anak
berpikir dengan tanggung jawab sendiri, dan hal itu harus dilaksanankan dalam
setiap mata pelajaran.
Untuk dapat berpikir
anak membutuhkan :
a. Parate
kennis, yaitu pengetahuan yang sewaktu-waktu siap untuk dipergunakan.
b. Pengertian
yang berisi, yakni pengertian yang jelas dan berguna. Jumlah pengertian ini
tidak perlu besar sekali, asal jumlah yang kecil itu dapat membangkitkan
kembali pengertian yang lain. Pengertian-pengertian yang dapat dipakai sebagai
pangkal orientasi.
c. Kecakapan
memakai metode-metode pemecahan soal dapat membentuk skema yang menambah
kemungkinan berpikir berturut-turut. Anak berpikir menggunakan cara-cara
pemecahan masalah dan menggunakan bermacam-macam bentuk berpikir.
d. Adanya
tugas berpikir ialah soal-soal yang mendorong dan memberi arah kepada gerak
pikiran.
2. Membaca
dalam hati : adalah penting untuk latihan berpikir. Pelajaran membaca dalam
hati memberi kemungkinan untuk mengajukan persoalan-persoalan kecil yang dapat
membangkitkan perhatian anak dan mengaktifkan jiwa anak.
