Selasa, 10 Maret 2015

Aliran - aliran Psikologi

BAB II
PEMBAHASAN
1.    Ilmu Jiwa Assosiasi
Tokoh : John Locke (abad 17).
Kemudian aliran ini diikuti oleh David Hume, Hertley John Stuart Mill dan Herbert Spencer.
Pendirian Psikologi Assosiasi
1.    Dalil Pokok : Jika beberapa elemen (unsur) bersama-sama atau berurut-urut masuk ke dalam kesadaran,dengan sendirinya terjadi hubungan antar unsur-unsur itu. Hubungan ini disebut assosiasi.
Ciri-ciri dari pada assosiasi itu adalah :  
a.    Tiap-tiap gejala jiwa tidak lain adalah kumpulan unsur-unsur elemen.
b.    Kekuatan assosiasi tergantung banyaknya kalinya unsur-unsur itu masuk bersama-sama kedalam kesadaran.
c.    Assosiasi hanya sifat luar saja, assosiasi tidak dapat mengubah sifat masing-masing elemen.
2.    Metode kerja psikolongi assosiasi: Ilmu jiwa assosiasi mengikuti carakerja gaya (mekanika), dan dari padanya dipakai analitis-sintesis dalam kalangan ilmu jiwa.
Anaitis :  Orang berusaha mengadakan analisa untuk mengembalikan semua gejala jiwa  kepada unsur yang paling sederhana, yakni tanggapan segala yang terjadi dalam kesadran bersal dari elemen – elemen tersebut. Bahkaan semua gejala jiwa yang lebih tinggi (misal memikir,merasa,menghendaki) dapat dikembalikaan kepaada tanggapan.
Sintetis : Orang berusaha mengadakan sintesis menyusun gejala – gejala jiwa yang lebih dari unsur – unsur jiwa yng lebih dari unsur – unsur pangkal yakni tanggapan.
Ciri – ciri Psikologi Assosiasi :
a)  Ilmu jiwa assosiasi adalah Psikologi elemen. Jiwa hanyalah suatu jumlah atau kumpulan daripada elemen – elemen. Kesatuan hidup kejiwaan tidak ada. Sampai – sampai D. Hme mengatakan “Aku adalah seberkas tanggapan”.
b) Paikologi Assosiasi adlah psikologi yang bersifat ilmu pengetahuan alam. Metode kerja yang di pakai adalah metode ilmu pengetahuan alam, akni analitis-sintesis.
c) Psikologi assosiasi bersifat kausalistis. Peristiwa – peristiwa dalam jiwa diterangi dengan adanya pasangan – pasangan yang bersal dari luar. Psikologi ini tidak memperhatikan adnya norma – norma hidup, cita – cita,niai hidp yang dituju.
d) Psikologi assosiasi bersifat sensualistis. Gejala mengenal dunia luar di pandang primer, sedang gejala merasa dn menghendaki dipandang sekunder.
e) Psikologi assosiasi bersifat mekanisasi. Jiwa dianggap pasif dan dipandang mesin. Segala kejiwaan dikuasai oleh hukum-hukum assosiasi.

2.    Ilmu Jiwa Gestalt
A.    Gestalt Psikologi timbul sebagai reksi terhadap elemen pskologi Pelopor ilmu jiwa ini ialah Van Ehrendels
PERBEDAAN
Ilmu Jiwa Assosiasi
Ilmu Jiwa Gestalt
1).Berpendapat bahwa semuagejala kejiwan terjadi dari unsur – unsur, yakni tanggapan
1).Bahwa dalam alat kejiwaan tidak terdapat jumlah unsur melainkan gestalt (keseluruhan).
2).Dari bagian (unsur) itu terjadi suatu proses penggabungan yang di sebut assosiasi. Dalam jumlah ini unsur – unsur tetap berdiri sendiri dan jumlah itu benar-benar hanya merupakan gabungan unsur-unsur
2).Tiap – tiap bagian tidak berarti sama sekali, dan banyak mempunyai arti kalau satu dalam hubungan kesatuan. Tiap bentuk tertentu dari ksatuan itu disebut Gestalt

B. Aliran- Aliran Ilmu Jiwa Gestalt
a) Aliran Berlin, tokohnya : Wertheimer Koffka W. Kohler
b) Aliran Leipzing, tokohnya : Kreuger H. Vokelt


a. Aliran Berlin
Wertheimer : merumuskan teori gestalt dengan cara modern. Percoban yang dijalankannya adalaah mengenai penggamatan dan penglihatan.
Dalam bukunya yang berjudul “Ueber Gestalt sebagai berikut :
1.      Jumlah : Garis – garis ini merupakan unsur. Kalau garis – garis ini ditempatkan berjajaar empat, maka keempat garis itu merupakan jumlah. Jadilah merupakan kumpulan dari beberapa unsur.

2.      Kompeks : Kita menempatkan 4 orang poton garis berjajar dan 4 ris lengkung yng masing masing merupakan seperempat lingkaran. Akhirnya terdapat 2 kelompok jumlah jumlah, yakni jumlah gratis lurus ddan jumlah garis lengkung. Tiap – tiap goongan mempunyai ciri jumlah. Dalam pnggabungan terdpat barang bar yakni kompleks. Kompleks merupakan kumpulan ari beberapa jumlah yang belum tersusun.

3.      Struktur : Keempat garis tersebut ditempatkan dengan cara tersusun. Dalam susunan ini ada hubungan tertentu. Melihat susunan unsur – unsur itu orang tidak akan melihat garis – garis sebagai unsur satu persatu, dan tidak akan akan membuang unsur – unsrnya sau satu demi satu, melainkan cenderung merncerminkan satu susunan tertentu. Susunan dari suatu jumlah unsur disebut struktur/bentuk.

4.      Klu keempat garislengkungan seperempa lingkaran itu kitaa tepatkan sebagaimana mestinya dengan cara tertentu,maka terjadilah suat gestal seperti tampak pada gambar. Kumpulan garis lengkung ini bukan lagi sebagai jumlah kompeks atau strukur, tetapi mewujudkan gestaalt (lingkaran) yang mempunyi sifat -sifat tertentu.

5.      Gestalt tersusun : Kalau empat garis dan empat garis lengkung kita jadikan satu, akan terlihat bahwa ada barang baru yang lain sekali dengan jumlah garis dan jumlah garis lengkung. Ini merupakan gestalt tersusun, yakni susunan dari struktur dan getalt dalam suatu bentuk yang berarti.

Koffka : berpendapat bahwa Gestalt psikologi sebagai psikologi pertumbuhan. Dia menguraikan hal itu dalam bukunya : “Die Grundlagen der Pichis en Entvicklung”. Dia menyelidiki dan mencari asas- asas pertumbuhan dalam ilmu jiwa anak. Juga mempelajari pertumbuhan gestalt yang mula – mula sangat sederhana dan kemudian menjadi gestalt yang sempurna seperti terdapat pada orang dewasa.
Kohler: menguraikan tentang perbuatan seekor simpanse dalam rangka menyelidiki kecerdasan binatang. Dengan percobaan itu Kohler mengatakan bahwa : peristiwa terjadinya hubungan antara simpanse-tongkat-pisang merupakan suatu gestalt.

b. Aliran Leipzig :
Pendapat – pendapat aliran Leipzig :
1).   Dalam tiap-tiap pribadi sebaagai satu Ganzheit hidup(kejiwaan) suatu pendrong untuk mempersatukan, dngan adanya dorongan itu orang tidak pernah menerima bagian – bagian tersendiri.Segala sesuatu diterimanya oleh keseluruhannya batinnya dalam bentuk kesatuann.
2).   Kesatuan hidup kejiwaaan terutama terletak pada perasaan. Segala sesuat yang pada suatu ketika ada dalam alam kejiwaan tersembunyi dalam perasaan, sebaab di dalam perasaan terkadang seluruh hidup kejiwaan.

3.    Aliran Behaviourisme
Tokoh         : William James dan Mac. Dougll.
Pengikut     : Thorndike dan Watson.
A. Aliran ini mempelajari perbuatan manusia bukan dari kesadarannya,melaikan hanya mengamati perbuatan dan tingkah laku yang berdasarkan kenyataan. Pengalaman-pengalaman batin dikesampingkan.Dan hanya perubahan dan gerak gerik pada badan sajalah yang dipelajarainya. Maka sering dikatayangkan bahwa Behaviourisme adalah ilmu jiwa tanpa jiwa.
B.    Segala macam perbuatan dikembalikan kepada refleks. Behviourisme mencari unsur-unsur yang paling sederhana yakni perbuatan-perbuatan bukan kesadaran,yang dinamakan refleks.Refleks adalah reaksi yang tidak disadari terhadap suatu perangsang. Manusia dianggap suatu kompleks refleks atau suatu mesin reaksi.
C. Behaviourisme berpendapat bahwa pada waktu dilahirkan semua orang adalah sama. Menurut Behaviourisme pendidikan adalah maha kuasa. Manusia hanya makhluk yang berkembang karena kebiasaan, dan pendidikn dapat mempengaruhi refleks sekehendak hatinya .
Pendapat-pendapat para pengikut Behaviourisme :
1)   James adalah perintis jalan filsafat pragmatisme. Pandangannya tentang filsafat dan psikologi ditulis dalam bukunya “Principles of Psychology”. Adapun pokok ajaran pragmatisme itu ialah:
a.    Tiap berpikir mengandung maksud tertentu, yaitu menyempurnakan hidup.
b.    Segala kenyataan bersifat pragmatis, yakni mengandung maksud-maksud tertentu, dan kenyataan itu hanya berarti kalau ada faedahnya dari manusia.
c.    Nilai pengetahuan manusia harus diuji pada kehidupan yang praktis. Benar tidaknya sesuatu fikiran itu dapat dilihat dari dapat tindaknya fikiran itu dipraktekkan, dan terbukti atau tidaknya maksud yang dikandung di dalamnya.
d.   Semboyan kaum Behaviourisme : “The truth is in the making”. Benar ialah apa yang dalam praktek ternyata tepat dan menguntungkan; Tidak benar,ialah apa yang dalam praktek tidak memberi hasil.
Misalnya : kalau anasir agama terbukti membawa kebahagiaan,dapatlah dikatakan bahwa agama itu benar.Filsafat pragmatisme ini kemudian diikuti oleh Jhon Dewey (murid James)
Psikologi James :
a.       Manusia adalah makhluk reaksi. Semua perangsang dari luar menyebabkan timbulnya reaksi-reaksi itu. Reaksi-reaksi tersebut dapat dibedakan reaksi pembawaan dan reaksi yang diperoleh
b.      James mengutamakan unsur-unsur motoris, yang dipandang mempunyai arti penting. Unsur-unsur yang terpenting daripada perbuatan bukan bayang-bayang dunia luar seperti ilmu jiwa asosiasi, melainkan refleks senso-motoris,yakni penerimaan perangsang dari dunia luar itu ditambah dengan reaksi yang berwujud gerakan-gerakan.
c.       James menghargai pendirian biologis. Semua peristiwa mengenai merasakan dan menghendaki adalah untuk berbuat dan bergerak.
d.      James menentang ilmu jiwa unsur. Manusia dipandangnya sebagai organisme (jasad) yang bereaksi seluruhnya ter hadap perangsang-perangsang.

2)   Mac Dougall :
Sebagai ahli jiwa, Mac Dougall mempelajri masalah insting sedalam-dalamnya. Insting dipandang sebagai pendorong penting dalam setiap kegiatan. Ia memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gerak perbuatan dan tingkah laku hewan dan manusia. Namun demikian ia kadang-kadang menyerang sifat-sifat mekanisti dari behaviourisme.
3)   Watson :
Dia adalah pengikut aliran behaviourisme yang tidak radikal. Sejak tahun 1912 Watson ingin meninggalkan ilmu jiwa empiris dan hendak membentuk ilmu jiwa baru, yaitu ilmu jiwa yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan alam dengan bukti-bukti yang nyata.
Pandangan Watson tentang psikologi ialah : perbuatan dipandang sebagai suatu reaksi organisme hidup yakni reaksi terhadap perangsang dari luar.
Reaksi-reaksi itu terdiri atas gerakan-gerakan yang tertentu dan perubahan-perubahan dalam tubuh. Kesemuanya itu dapat dinyatakan secara obyektif. Hanya perbuatanlah yang dapat diselidiki secara positif.
4.    Aliran Ilmu Jiwa Pikir
Ilmu jiwa pikir termasuk ilmu jiwa baru. Ilmu ini mempelajari kesadaran tingkat tinggi atau kesadaran yang tidak dapat diragukan. Aliran yang termasuk dalam ilmu jiwa pikir ini ialah :
A.  Aliran Wurzburg
B.  Aliran Keulen
C.  Aliran Manheim.
D.  Aliran Amsterdam

A.     Aliran Wurzburg
Tokoh :Oswald Kulpe (murid Wundt)
Pengikutnya : Ach, Buhler, Marbe, dan Messer
Kulpe mendirikan laboratorium dan mengadakan pendidikan tentang peristiwa-peristiwa kejiwaan. Sejalan dengan penyelidikan-penyelididkan yang dilakukan, Kulpe mendirikan aliran baru yang disebut Wurzburger-Schule. Tugas aliran tersebut ialah mempelajari proses kejiwaan yang bernilai tinggi yakni berpikir dan kehendak, di mana hal itu sebelumnya orang kurang memperhatikannya. Untuk menyelidiki dan mempelajari proses berpikir Kulpe menggunakan metode instrospeksi dan eksperimen.

Dari hasil eksperimen yang diperoleh, Kulpe mengemukakan dalil-dalil yaitu :
1.    Dalam isi kesadaran ada bagian yang tidak dapat dinyatakan.
2.    Dalam berpikir, AKU (pribadi) memegang peranan penting.
3.    Berpikir mempunyai corak yang menentukan dan mempunyai tujuan tertentu.

B.     Aliran Keulen
Tokoh : Lindworsky
Pengikut : Front, Sassenfeld, dan Schafer. Mereka melanjutkan penyelidikan yang dijalankan oleh ahli-ahli di Wurzburg. Penyelidikan dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen terhadap pikiran anak-anak yang bisu dan tuli
Hasil penyelidikan Front dan kawan-kawannya itu ialah :
1.      Bahwa pada manusia terdapat beberapa tingkat kesadaran (tingkat berpikir) yaitu :
-          Tingkat berpikir kongkrit
-          Tingkat berpikir skematis
-          Tingkat berpikir abstrak
2.      Semua tingkat memegang peranan berganti-ganti dalam alam kejiwaan. Pikiran tidak selalu tetap pada salah satu tingkat akan tetapi selalu berpindah-pindah. Orang-orang dewasa yang normal pada umumnya dapat berpikir abstrak. Ada kalanya tingkat yang lebih rendah masih memiliki memegang peranan, tapi sebaliknya dapat menghambat . Misalnya : seseorang menghadapi masalah baru yang sulit. Kalau hal yang abstrak itu dipecahkan, maka ada kalanya pikiran diturunkan ke tingkat skematis atau ketingkat kongkrit. Dengan jalan demikian mungkin hal-hal yang abstrak  dapat dipecahkan dengan bantuan gambar-gambar kongkrit maupun skematis.
3.      Anak-anak kecil, anak-anak terbelakang  dan anak-anak bisu dan tuli tidak dapat melepaskan diri dari bayang-bayang yang kongkrit. Mereka hanyut dalam alam kongkrit dan belum dapat menyadari hal-hal t\yang abstrak. Mereka tidak dapatmembentuk pengertian –pengertian logis serta tidak dapat menyusun pengertian, karena kemampuan bahasa terbatas dan perkembangan bahasa terhambat.


C.     Aliran Manheim
Tokoh : Otto Selsz. Dia mempelajari peranan tanggapan dalam proses berpikir. Dari hasil penelitian tersebut Otto Selsz mengemukakan beberapa pendapat :

1.    Peranan tanggapan dalam proses berpikir :
a.    Tanggapan-tanggapan yang kongkrit tidak mempunyai pengaruh sama sekali, atau sedikit sekali pengaruhnya terhadap proses berpikir.
b.    Tanggapan-tanggapan kongkrit tidak melancarkan dan tidak menghambat jalan pikiran.

2.    Proses menurut Otto selsz :
a.    Berpikir adalah proses kearah tujuan yang tertentu. Jadi bukan suatu gerakan bertautnya tanggapan-tanggapan (assosiasi) dan reproduksi, melainkan suatu proses yang mempunyai tujuan.
b.    Berpikir adalah suatu perbuatan yang abstrak dengan arah yang ditentukan oleh soal yang harus dipecahkan. Kalau ada sesuatu tugas yang harus diselesaikan oleh pikiran kita, maka jalannya kesadaran kita arahkan kepada masalah tersebuit, sedang tanggapan dan pengertian yang tidak ada hubungannya kita singkirkan
c.    Berpikir adalah mempraktekkan metode-metode penyelesaiaan. Kalau ada tugas pikir (masalah), maka timbullah cara penyelesaian yang tertentu, yaitu dipilihkan suatu metode yang ditentukan oleh macam tugas.

D.    Aliran Amsterdam
Tokoh : Kohnstamm. Dia mempraktekkan hasil-hasil penyelidikan Ilmu Jiwa Pikir di dalam pendidikan dan pengajaran. Selain itu beliau mengadakan penyelidikan yang bersifat eksperimental yitu suatu metode yang ditentukan oleh macam tugas dan didaktis khususnya yang berhubungan dengan pengajaran rendah.
Kohnstamm merumuskan asas-asas didaktik sebagai berikut :
1.    Salah satu dari kewajiban sekolah rendah yang terpenting adalah mengajar anak-anak berpikir dengan tanggung jawab sendiri, dan hal itu harus dilaksanankan dalam setiap mata pelajaran.
Untuk dapat berpikir anak membutuhkan :
a.    Parate kennis, yaitu pengetahuan yang sewaktu-waktu siap untuk dipergunakan.
b.    Pengertian yang berisi, yakni pengertian yang jelas dan berguna. Jumlah pengertian ini tidak perlu besar sekali, asal jumlah yang kecil itu dapat membangkitkan kembali pengertian yang lain. Pengertian-pengertian yang dapat dipakai sebagai pangkal orientasi.
c.    Kecakapan memakai metode-metode pemecahan soal dapat membentuk skema yang menambah kemungkinan berpikir berturut-turut. Anak berpikir menggunakan cara-cara pemecahan masalah dan menggunakan bermacam-macam bentuk berpikir.
d.   Adanya tugas berpikir ialah soal-soal yang mendorong dan memberi arah kepada gerak pikiran.

2.    Membaca dalam hati : adalah penting untuk latihan berpikir. Pelajaran membaca dalam hati memberi kemungkinan untuk mengajukan persoalan-persoalan kecil yang dapat membangkitkan perhatian anak dan mengaktifkan jiwa anak.

0 komentar:

Posting Komentar