Jumat, 03 Januari 2014

Konsep Dasar Ekonomi



          BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Ilmu pengetahuan yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk mengetahui sistem ekonomi dalam kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan suatu media untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat disekolah baik teori maupun praktek. Dalam menerapkan ilmu ekonomi, kita harus terlebih dahulu tau apa itu ilmu ekonomi sebenarnya.
Ilmu ekonomi sangat penting bagi manusia untuk kelangsungan hidupnya, sebagaimana hal-hal yang diinginkan oleh manusia berkaitan dengan kebutuhannya dan kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan terbatas. Itu semua akan dipelajari dalam ilmu ekonomi.

B.  RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana pengertian ekonomi dari sudut pandang para ahli ?          
2.    Bagaimana Ruang Lingkup Ekonomi ?
3.    Apa saja metode-metode ilmu ekonomi ?                    
4.    Bagaimana mazhab-mazhab dalam ekonomi ?
5.    Bagaimana konsep-konsep ilmu ekonomi ?
6.    Bagaimana generalisasi ilmu ekonomi ?
7.    Apa saja teori ekonomi ?

C.  TUJUAN
1.    Mengetahui pengertian ekonomi dari sudut pandang para ahli.           
2.    Mengetahui ruang lingkup ekonomi.
3.    Mengetahui metode-metode ilmu ekonomi.                 
4.    Mengetahui mazhab-mazhab dalam ekonomi.
5.    Mengetahui konsep-konsep ilmu ekonomi.
6.    Mengetahui generalisasi ilmu ekonomi.
7.    Mengetahui teori ekonomi.








BAB II
 PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKONOMI
Ekonomi berasal dari bahasa yunani, yaitu oikosnamos atau oikonomia yang artinya manajemen urusan rumah tangga. Dalam bahasa modern istilah ekonomi adalah prinsip usaha maupun metode untuk mencapai tujuan dengan alat-alat sesedikit mungkin.
Definisi ilmu ekonomi menurut :
a.      Albert L. Meyers
Ilmu ekonomi ialah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia.
b.      J.L. Meij
Ilmu ekonomi ialah tentang usaha manusia ke arah kemakmuran.
c.       Samuelson dan Nordhaus
Ilmu ekonomi ialah studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternative penggunaan dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, kemudian menyalurkan baik saat ini maupun masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Secara fundamental dan historis, ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi dua, yakni ekonomi positif dan normatif . ilmu ekonomi positif hanya membahas deskripsi mengenai fakta, situation, dan hubungan yang terjadi dalam ekonomi. Sedangkan ilmu ekonomi normatif membahas pertimbangan-pertimbangan nilai dan etika, seperti sistem perpajakan yang diarahkan pada kaidah yang diambil dari si kaya untuk menolong si miskin.
Menurut sastradipoera mengemukakan bahwa ilmu ekonomi positif merupakan ilmu yang hanya melibatkan diri dalam masalah “apakah yang terjadi”. Oleh karena itu, ilmu ekonomi positif netral terhadap nilai-nilai.artinya, ilmu ekonomi positif bebas nilai(value free) hanya menjelaskan “apakah harga itu” dan “apakah yang akan terjadi jika harga itu naik atau turun” bukan “ apakah harga itu adil atau tidak  ilmu ekonomi normative bertentangan dengan ilmu ekonomi positif, olmu ekonomi normative beranggapan bahwa ilmu ekonomi harus melibatkan diri dalam mencari jawaban atau masalah “apakah yang seharusmnya terjadi”.
Ilmu ekonomi memiliki keterbatasan, keterbatasan tersebut mencakup hal-hal berikut :
1.      Objek penyelidikan ilmu ekonomi tidak dapat dilokalisasikan
2.      Hasil penyelidikannya berupa kesimpulan atau generalisasi, tidak dapat bersifat mutlak.
3.      Tidak ada laboraturium untuk mengadakan percobaan ekonomi
4.      Ekonomi merupakan salah satu bagian saja dari seluruh program aktivitas di suatu Negara.
Ditinjau dari ruang lingkup atau cakupannya, ilmu ekonomi dapat dibedakan atas makroekonomi dan mikroekonomi. Istilah makroekonomi untuk pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch pada tahun 1933, yang diterapkan pada studi mengenai hubungan antara degret ekonomi yang bersifat luas. Sasaran kebijakan makroekonomi adalah kesempatan kerja full employment (kondisi dimana seluruh sumber daya, khususnya tenaga kerja dapat terserap sepenuhnya) dan stabilitas harga. Instrument kebijakan makroekonomi adalah moneter dan fiskal. Sedangkan studi mengenai unit-unit pengambilan keputusan individual dalam perekonomian seperti rumah tangga, pekerja, dan perusahaan yang secara umum dikenal dengan sebutan mikro ekonomi.
Perkembangan ilmu ekonomi dibagi menjadi :
1.      Ekonomi lingkungan
Tiga unsure pokok dalam ekonomi lingkungan :
Ø  Kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam
Ø  Kerusakan lingkungan disebabkan oleh penyimpangan atau kegagalan ekonomi, terutama yang bersumber dari pasar.
Ø  Solusi kerusakan lingkungan harus mengoreksi unsure-unsur ekonomi sebagai penyebabnya.
2.      Ekonomi evolusioner
Merupakan bidang kajian ekonomi yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan dan Negara yang mencerminkan bahwa evolusi selalu beroperasi pada tingkat yang berlainan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.
3.      Ekonomi eksperimental
Merupakan hasil studi perilaku pilihan individu, terutama ketika para ekonomi memusatkan perhatiannya pada teori mikroekonomi.
4.      Ekonomi kesehatan
Menggeneralisasikan aneka informasi mengenai biaya dan keuntungan dari cara-cara alternative mencapai kesehatan dan tujuan kesehatan.
5.      Ekonomi institusional
Studi tentang system social yang membatasi penggunaan dan pertukaran sumber daya langka, serta upaya untuk menjelaskan munculnya berbagai bentuk pengaturan institusional yang masing-masing mengandung konsekuensi terhadap kinerja ekonomi.
6.      Ekonomi Matematik
Merupakan ilmu yang digunakan sebagai pendekatan dalam mempelajari analisis ekonomi. Ahli ekonomi menggunakan simbol-simbol matematis untuk menyatakan permasalahan ekonomi serta menggunakan dalil-dalil matematis untuk membantu pembahasan masalah tersebut. Matematika ekonomi digunakan dalam berbagai ilmu lain seperti, ekonomi mikro, ekonomi makro, metode kuantitatif, ekonomi keuangan, serta ilmu-ilmu lain yang membutuhkan alat analisis dalam pendekatannya
7.      Ekonomi Sumber Daya Alam
Merupakan bidang ekonomi yang mencakup kajian diskriptif dan normative terhadap alokasi sumber daya alam,yaitu sumber daya yang tidak diciptakan melalui kegiatan manusia,melainkan disediakan oleh alam.
8.      Ekonomi Pertahanan
Merupakan studi tentang biaya-biaya pertahanan yang mengkaji masalah pertahanan dan perdamaian dengan menggunakan analisis dan metode ekonomi yang meliputi kajian mikroekonomi dan makroekonomi, seperti optimisasi statis dan dinamis, teori pertumbuhan, distribusi, perbandingan data statistic dan ekonometrik (penggunaan statistika model ekonomi).
9.      Ekonomi Sisi Penawaran
Ekonomi sisi penawaran memiliki pengertian umum dan pengertian khusus. Pengertian umumnya adalah ekonomi yang berkaitan dengan analisis yang menekankan pada arti penting factor penawaran dalam menentukan output dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Sedangkan dalam pengertian khusus, istilah tersebut diasosiasikan dengan kebijakan ekonomi Amerika Serikat pada tahun 1980-an,kadang-kadang merujuk pada Reagononmics yang berpandangan bahwa pemotongan pajak akan menyebabkan pertumbuhna yang cukup untuk mengembalikan pendapatan pajak.
10.  Ekonomi Kesejahteraan
Merupakan kajian ilmu ekonomi tentang bagaimana melakukan sesuatu dangan cara yang terbaik atau optimal, dalam menggunakan sumber-sumbar yang terbatas.
11.  Ekonomi Dualistik (Dual Economy )
Merupakan istilah yang memiliki makna akademis teknis maupun makna yang lebih umum.
12.  Ekonomi Informal (Informal Economy)
Merupakan suatu istilah serta dihubungkan dengan perekonomian “bawah tanah “perekonomian gelap” atau “perekonomian yang terabaikan”, yang semuanya mengacu pada jenis-jenis transaksi ekonomi yang tidak tercermin pada statistic resmi.
13.  Ekonomi Campuran
Merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
14.  Ekonomi Pertanian
Merupakan bagian  ilmu  pertanian  yang  menjelaskan  fenomena pertanian dari sudut ekonomi, atau bagian dari ilmu ekonomi yang diterapkan pada sector pertanian.
15.  Ilmu Ekonomi Tingkah Laku
Merupakan ilmu yang bersifat empiris dan wajar dalam pengembangan, metode yang digunakannya pun lebih banyak dengan wawancara. Hal itu dimaksudkan untuk memperoleh informasi secara langsung sebagai contoh pada pengkajian perilaku konsumen.
16.  Ilmu Ekonomi Pembangunan
Merupakan ilmu yang mengacu pada masalah perkembangan ekonomi. Khususnya dinegara-negara berkembang dan terbelakng yang embrionya mulai awal tahun 1940-an, dan lahir setelah Perang Dunia II. Dengan demikian, ilmu pembangunan dapat dikatakan sebagai subdisiplin mandiri yang belakangan ini membanjiri dan menggambarkan adanya suasana yang penuh tanda tanya, meragukan pengaruh ekonomi konvensional yang seakin besar sealigus sebagai kritik para ahli ekonmi politik radikal yang semakin jauh menerobos namun mengabaikan negara miskin.




B.     METODE ILMU EKONOMI
Adapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut Chaurmain dan Prihatin meliputi sebagai berikut :
a.       Metode Induktif
Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada di dalam realitas kehidupan. Realitas tersebut mencakup setiap unsur kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat lokal dan sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dikaji secermat mungkin.
b.      Metode Deduktif
Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip, hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi.
c.       Metode Matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal-soal secara sistematis.
d.      Metode Statistika
Metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik.Dari angka-angka yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya, selanjutnya dicarikan cara pemecahannya.

C.    MAZHAB-MAZHAB DALAM EKONOMI
a.       Mazhab Merkantisme
Mazhab ini muncul antara Abad Pertengahan dengan kejayaan Laissez-Faire (1500-1776). Menurut Eatwell, merkantilisme merupakan babak panjang pertalian sederhana dalam sejarah pemikiran ekonomi Eropa dan kebijaksanaan ekonomi nasional, yang membentang sekitar tahun 1500-1800. Inti ajaran atau mazhab ini adalah sebagai berikut :
1.      Emas dan perak merupakan bentuk kekayaan yang paling banyak disukai.
2.      Negara harus mendorong ekspor dan memupuk kekayaan dengan merugikan negara lainnya (tetangga).
3.      Dalam kebijakan ekspor impor, berkeyakinan bahwa perkembangan harus dapat diraih dan dikelola dengan jalan meraih surplus sebesar-besarnya dari penerimaan ekspor barang yang melebihi belanja untuk impor barang.
4.      Kolonisasi dan mnonopolisasi perdagangan harus benar-benar dapat dilaksanakan secara ketat untuk memelihara keabadian kaum koloni tunduk dan tergantung kepada negara induk
5.      Penentangan atas bea,pajak, dan restriksi intern terhadap mobilitas barang.
6.      Harus dibangun pemerintah pusat yang kuat untuk menjamin kebijaksanaan merkantilisme tersebut.
7.      Pentingnya pertumbuhan penduduk yang tinggi, disertai dengan sumber daya menusia yang tinggi , untuk memenuhi kepentingan pemasokan kepentingan militer serta pengelolaan merkantilisme yang kuat.
b.      Mazhab Fisiokrat
Muncul pertama kali di Prancis menjelang berakhirnya zaman merkantilisme yang diawali tahun 1756. Istilah fisiokrat bersal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata physia berarti alam, dan kratos berarti kekuasaan. Secara harfiah berarti supremasi alam. Tokohnya adalah Francois Quesnay (1654-1774). Inti dari mazhab ini adalah sebagai berikut :
1.      Pemerintah harus membatasi diri dalam intervensinya dalam perekonomian yang jelas bertentangan dengan kaum merkantilis maupun feodalis.
2.      Tekanan pada sektor pertanian yang produktif memungkinkan terjadinya surplus atau produk neto di atas nilai sumber daya yang digunakan.
3.      Pemilik tanah harus dibebani pajak, yaitu dalam satu macam pajak.
c.       Mazhab Klasik
Mazhab ini secara umum mengacu kepada sekumpulan gagasan ekonomi yang bersumber dari formulasi David Hume. Inti dari mazhab ini terletak pada gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui interaksi antara akumulasi modal dan pembagian kerja. 
d.      Mazhab Sosialisme
Dalam mazhab sosialisme, sistem pemilikan dan pelaksanaan kolektif atas faktor-faktor produksi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Inti mazhab ini sebenarnya sulit dijelaskan karena luasnya cakupan sosialisme, yaitu sosialisme utopis, sosialisme ilmiah, sosialisme negara, sosialisme anarkis, sosialisme revisionis, sosialisme serikat pekerja, dan sebagainya, namun umumnya tidak berpihak kepada pembelaan kebebasan individu yang luas.
e.       Mazhab Historis
Mazhab ini lahir di Jerman tahun 1840-an melalui karya ilmiah yang ditulis oleh Friderich List (1789-1846) dan Wilhelm Roscher. Mereka beranggapan bahwa konsep-konsep ekonomi sesungguhnya merupakan produk perkembangan menurut sejarah kehidupan ekonomi yang khusus tumbuh di suatu negara.
f.       Mazhab Marginalis
Mahzab ini pelopornya adalah Kalr Menger (1840-1921) dari Jerman, William Staley Jevon dari Inggris, dan Leon Waras dari Prancis. Mereka memberikan analisis mutlak mengenai hubungan antara kebutuhan dan harga dengan mengacu pada konsep “guna marginal”.
g.      Mazhab Institusionalis
Mahzab ini datang dari Amerika Serikat tahun 1900-an yang pengaruhnya masih kuat sampai sekarang ini, contohnya adanya undang-undang anti-trust yang masih dipertahankan.
h.      Mazhab Neo-Klasik
Mahzab ini merujuk pada versi terbaru dari ekonomi klasik yang dimunculkan pada abad ke-19, terutama oleh Alfred Marshal dan Leon Walras. Mazhab ekonomi neoklasik mencoba memberi penjelasan lengkap dengan memfokuskan pada mekanisme aktual yang menyebabkan terjadinya kondisi ekonomi.
i.        Mazhaab Keynesian
Mazhab ini sesuai pemimpinnya, yaitu John Maynard Keynes yang merupakan ekonomi agregat (makro) yang dituangkan dalam bukunya General Theory of Employment, Interest ang Money.
j.        Mazhab Chicago
Merupakan aliran kontra evolusi neoklasik yang menentang instituonalisme dalam metodologi ilmu ekonomi, baik terhadap makroekonomi ala Keyney maupun terhadap liberalisme abad ke-20 yang menonjolkan intervensionisme dan penonjolan kebijakan ekonomi oleh pemerintah.




D.    KONSEP ILMU EKONOMI
1.    Skarsitas (kelangkaan)
Skarsitas (kelangkaan) adalah sebuah prinsip bahwa sebagian besar barang yang diinginkan orang hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas.
2.    Produksi
Produksi dapat diartikan secara luas dan sempit. Dalam pengertian luas, produksi adalah segala sesuatu untuk menambah atau mempertinggi nilai atau faedah dari suatu barang. Sedangkan dalam arti sempit, produksi adalah segala usaha dan aktifitas untuk menciptakan suatu barang atau mengubah bentuk suatu barang menjadi barang lain.
3.    Konsumsi
Konsumsi adalah segala tindakan manusia yang dapat menimbulkan turun atau hilangnya faedah atau nilai guna suatu barang.
4.    Investasi
Investasi adalah perubahan stok modal dalam kurun waktu tertentu.
5.    Pasar
Pasar adalah sebuah mekanisme dimana para pembeli dan penjual berinteraksi untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa.
6.    Uang
Uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lalu lintas perekonomian.
7.    Letter of Credit (L/C)
Letter of Credit (L/C) adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importir nasabah bank devisa yang bersangkutan dan ditujukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi dari importir tersebut.  
8.    Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah keseluruhan catatan akuntansi dari transaksi-transaksi internasional suatu negara dengan negara lainnya.
9.    Bank dan Perbankan
Bank dan Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.


10.     Koperasi
Koperasi adalah sebuah gerakan ekonomi atau sebagai badan usaha milik bersama.
11.     Kebutuhan Dasar
Kebutuhan Dasar adalah suatu kebutuhan yang berguna untuk mempertahankan hidupnya secara fisik.
12.     Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
13.     Perpajakan
Perpajakan adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggarakan jasa-jasa untuk kepentingan umum, sekaligus sebagai sumber pendapatan negara.
14.     Periklanan
Periklanan adalah suatu komunikasi pasar yang dilakukan para penjual barang dan jasa.
15.     Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta peraturan pelaksanaanya.

F. GENERALISASI ILMU EKONOMI
1.   Skarsitas (kelangkaan)
Skarsitas (kelangkaan) akan barang dan jasa akan timbul apabila kebutuhan (keinginan) seseorang ataupun masyarakat lebih besar dari pada tersedianya barang dan jasa tersebut.
2.   Produksi
Produksi dalam sistem perekonomian modern, berlangsung berbagai aktivitas produksi yang sangat banyak dan beragam. Semuanya berusaha untuk berproduksi secara efisien atau dengan biaya serendah-rendahnya. Dengan kata lain, mereka selalu berusaha untuk berproduksi pada tingkat output yang maksimum dengan menggunakan sejumlah input tertentu.

3.   Konsumsi
Konsumsi memiliki analisis yaitu bagaimana mengaitkan pengeluaran untuk konsumsi dengan tingkat pendapatan disposable konsumen.
4.   Investasi
      Kenaikan investasi dapat mendorong kenaikan pendapatan. Injeksi dana investasi memungkinkan produsen menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak. Untuk itu, ia akan membeli faktor produksi yang lebih banyak lagi. Sebagai akibatnya, pendapatan yang diterima konsumen meningkat dan akan mendorong mereka menambah konsumsi, tabungan, atau keduanya.
5.   Pasar    
      Dalam sebuah sistem ekonomi pasar, tidak ada individu maupun organisasi yang secara seorang diri bertanggung jawab atas penetapan harga, produksi, konsumsi, dan distribusi. Harga-harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelian konsumen dan mendorong produksi, sedangkan harga yang lebih rendah mendorong konsumsi dan menghambat produksi.
6.   Uang
      Secara umum, uang dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki fungsi sebagai alat tukar-menukar, sebagai alat menyimpan kekayaan, dan sebagai alat pengukur nilai.
7.   Letter of Credit (L/C)
      Letter of Credit dapat memudahkan pelunasan pembayaran transaksi ekspor, mengamankan dana yang disediakan importir dalam pembayaran barang impor, dan menjamin kelengkapan dokumen pengapalan.
8.   Neraca Pembayaran
      Dalam mempertimbangkan langkah-langkah  untuk menyeimbangkan neraca pembayaran, negara yang bersangkutan harus memfokuskan diri pada neraca transaksi berjalan jika ia menginginkan berfungsinya perekonomian riil dan ingin menghindari penurunan terus menerus atas nilai tukar mata uang jika sedang defisit.
9.   Bank dan Perbankan
      Bank sentral memiliki tugas untuk memelihara agar sistem moneter bekerja secara efisien sehingga dapat menjamin tercapainya tingkat pertumbuhan kredit atau uang yang beredar sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi yang berarti.



10. Koperasi
      Beberapa kasus kurang majunya sistem ekonomi koperasi di Indonesia, pada umumnya disebabkan oleh frendahnya kesadaran berkoperasi serta kurangnya etos kerja yang berdisiplin, baik ditingkat pengurus maupun para anggotanya.
11.Kebutuhan Dasar
      Kebutuhan dasar tidak cukup didefinisikan hanya dengan mengacu pada kebutuhan fisik individunya saja, melainkan harus melibatkan syarat-syarat fisik serta layanan lainnya yang dibutuhkan oleh komunitas lokal.
12. Kewirausahaan
      Banyak kewirausahaan yang sukses adalah para pendatang atau imigran yang walaupun dengan semangat “kantong kosong”, anggota kelompok minoritas keagamaan yang militan jauh lebih berhasil dibanding kelompok lain.
13. Perpajakan
      Tradisi membayar pajak tepat pada waktunya sebagai bagian integral dalam menaati perundangan yang berlaku, tidaklah mudah untuk dilaksanakan karena memerlukan tingkat kesadaran yang tinggi dan terjalin kuat rasa saling percaya antara rakyat dengan pemerintah yang ada.
14. Periklanan
      Pengaruh periklanan tidak lagi terbatas pada efek-efek ekonomi, melainkan meluas ke berbagai bidang, dan tidak selalu positif tetapi juga negatif.
15. Perseroan Terbatas
      Badan usaha perseroan terbatas memiliki ciri-ciri independensi yang tinggi serta dapat mengabaikan resiko utang bagi pemilik sahamnya sehingga berani berekspansi secara maksimal, selama masih ada pihak yang mau memberikan pinjaman usahanya.

G. TEORI EKONOMI
      Teori ekonomi makro merupakan teori ekonoi yang membahas masalah-masalah ekonomi secara keseluruhan, ssecara besar-besaran, menyangkut keseluruhan system dan organisasi ekonomi. Dalam ekonomi makro, dibahas teori-teori yang bersifat umum dari gejala-gejala ekonomi keseluruhan.
      Berbeda dengan teori mikro yang merupakan suatu teori yang membahas peristiwa atau hubungan kasual dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat khusus. Dalam ekonomi mikro, dibahas mengenai kajian-kajian yang lebih terbatas(spesifik).


Teori-teori Ekonomi :
1.      Teori Ekonomi Klasik Adam Smith
Teori ini merupakan karya Adam Smith yang dituangkan dalam buku An Inquiriy into Nature and Causes of the Wealth of Nations(1776). Smith adalah seorang Guru Besar Falsafah Moral di Univesitas Gasglow yang memusatkan perhatiannya kepada persoalan-persoalan umum, yaitu bagaimana menciptakan kerangka politik dan social yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara swasembada. Adapun pokok-pokok pikiran dari teorinya sbb:
§  Kebijaksanaan Pasar Bebas
§  Keuntungan Perangsang bagi Investasi
§  Keuntungan Cenderung Menurun
§  Keadaan Stationer

2.      Teori Tahapan Pertumbuhan Ekonomi Modernisasi Rostow
Teori Pertumbuhan Ekonomi Modernisasi yang paling terkenal adalah teori dari ekonom W.W. Rostow yang ditulis dalam bukunya The Stage of Economy Growth: A Non-Communist Manifesto (1960) dan juga dalam The Proces of Economic Growth (1953), kajiannya memakai pendekatan sejarah dalam menjelaskan proses perkembangan ekonomi. Menurut Roslow, perkembangan ekonomi suatau masyarakat meliputi lima tahap, antara lain:
·         Tahap Tradisional
·         Tahap pra kondisi tinggal landas
·         Tahap Tinggal Landas
·         Tahap Kematangan (Maturity)
·         Tahap Konsumsi Masa Tinggi atau Besar-besaran

3.      Teori Dampak Balik dan Dampak Sebar Gunnard Myrdal
Gunnard Myrdal adalah seorang ahli ekonomi Swedia dan pejabat pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, terkenal dengan tulisannya Economic Theory and Underdeveloped Region (1957) dan Asian Drama : An Inquiry into The Proverty of Nations (1968) , berpendapat bahwa pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab yang membuat si kaya mandapat keuntungan semakin banyak dan mereka yang tertinggal dibelakang menjadi semakin terhambat.
Dampak Balik adalah perpindahan modal dan perdagangan serta keseluruhan dampak yang timbul dari proses sebab musabab sirkuler dan antara factor-factor ekonomi dan non-ekonomi. Sedangkan, Dampak Sebar adalah suatu dampak yang mengunjuk pada suatu momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugaldari pusat pengembangan ekonomi ke wilayah-wilayah lainnya. Menurut Gunnard Myrdal dalam laju perkembangannya, kedua dampak tersebut tidak mungkin berjalan seimbang. Hal itu disebabkan ketimpangan regional jauh lebih besar di negara-negara miskin daripada di negara-negara kaya. Selain itu, di negara-negara miskin ketimpangan regional semakin melebar, sedangkan di negara maju menyempit. Hal ini disebabkan oleh semakin tinggi tingkat pembangunan ekonomi yang sudah dicapai suatu negara biasanya semakin kuat pula dampak sebar yang akan terjadi.

4.      Teori Nilai Surplus Karl Mark
Karl Mark adalah seorang filsuf jerman (1818-1883). Dimata para ekonomi Barat ia adalah seorang agitator yang telah membangkitkan perubahan di kalangan kaum buruh dan intelektual yang telah merasa dirugikan oleh kapitalisme dan mengoyak-oyak dasar-dasar system kebebasan natural Adam Smith
Teori Surplus dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.       Jika tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu kemana profit dan bunganya? Mark menyebut profit itu sebagai nilai surplus.
b.      Oleh karena itu, ia berkesimpulan kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak yang mengeksploitasi para pekerja.
c.       Jikaa semua nilai produk dan tenaga kerja maka semua profit yang diterima adalah oleh kapitalisdan pemilik tanah pastilh merupakan nilai surplus yang diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas pekerja.
d.      Adapun rumus matematis untuk teori nilai surplus dapat dikemukakan bahwa tingkat profit(p) atau eksploitasi adalah sama dengan nilai surplus(s) dibagi dengan nilai produktif akhir(r).
e.       Mark membagai nilai produktif akhir menjadi dua bentuk capital modal yaitu capital konstan(c) dan capital variable(v). Kapital konstan mempresentasikan modal dan peralatan. Kapital adalah tenaga kerja.

5.      Teori Monetarisme Pasar Bebas Friedman
Milton Friedman lahir di Brooklyn pada tahun 1912. Ia adalah satu-satunya anak laki-laki dari keempat bersaudara imigran Yahudi dari Eropa Timur yang bekerja serabutan di New York. Pada tahun 1932, saat depresi Friedman mendapat beasiswa untuk belajar ekonomi di University of Chicago. Di Chicago ia bertemu dengan rekannya George Stigler seumur hidupnya. Kemudian tahun 1946 Friedman mempeloreh gelar Ph.D. dari Colombia dan ia mengajar di University of Chicago, bahkan melanjutkan tradisinya memperkuat versi terbaru dari kuantitas uang Irfing Fisher yang diterapkannya pada kebijakan moneter. Ia menulis banyak topic yang berkaitan dengan kebijatan moneter dan berpuncak pada riset dan tulisan empirisnya yang paling terkenal, yaitu A Monetary History of United States (1867-1960) yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research dan ditulis bersama Anna J.Schwartz. Pada intinya studi monumental ini menunjukkan kekuatan uang dan kebijakan moneter dalam gejolak perekonomian Amerika Serikat, termasuk depresi besar dan era pasca perang ketika para ekonomi arus pertama percaya bahwa uang tidak penting. Kemudian ia pun menulis buku Capitalism and Freedom yang Inti Teorinya sbb:
v  Metodologi Positivisme, menurut Freadman, validitas suatu teori tidwk tergantung pada unsure generalisasinya maupun kekokohan asuumsi-asumsi dasarnya, melainkan semata-mata pada kesesuaian implikasinya secara relatif terhadap implikasi teori-teori lain yang diukur berdasarkan statistic primer.
v  Pasar dianggap sebagai mekanisme utama dalam menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, asalkan didukung kebebasan politik intelektual.
v  Aturan moneter yang ketat lebih disukai untuk pengambilan keputusan yang disekret oleh otoritas pemerintah.
v  Ia lebih menekankan pada kebijakan moneter Q, kualitas uang jauh lebih penting daripada P.
v  Pengelolaan uang pada administrative dan investasi kebijakan ekonomi yang bersifat ad hoc hanya akan merusak situasi ekonomi.
v  Ia menolak standar emas sebagai numeraire moneter dengan dua alasan yaitu biaya resources-nya yang tinggi dan implementasinya yang tidak praktis.
v  Moneterisme jauh lebih baik daripada fiskalisme dalam regulasi makroekonomi.
v  Kebijakan fiscal baginya diyakini sebagai wahana yang tepat untuk menuntaskan kemiskinan, namun redistribusi pendapatan bagi kalangan diatas garis kemiskinan justru akan lebih banyak menimbulkan kerugian.
v  Imperalisme displiner yang menonjolkan penerapan analisi ekonomi oleh para ekonom terhadap semua bidang yang biasanya dianggap sebagai disiplin lain, seperti sejarah,politik,hokum dan sosiologi.


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran. Ilmu ekonomi timbul karena masalah pemilihan (problem of choice), dimana kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan terjadi kelangkaan sumber daya. Konsep dasar ekonomi meliputi pasar, uang, investasi, perseroan terbatas, koperasi dan lain-lain.





























DAFTAR PUSTAKA

Supardan, Dadang. 2011. Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta: Bumi Aksara.






0 komentar:

Posting Komentar