BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Ilmu pengetahuan yang diberikan pada jenjang pendidikan
dasar bertujuan untuk mengetahui sistem ekonomi dalam kehidupan. Oleh karena
itu, diperlukan suatu media untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat disekolah
baik teori maupun praktek. Dalam menerapkan ilmu ekonomi, kita harus terlebih
dahulu tau apa itu ilmu ekonomi sebenarnya.
Ilmu ekonomi sangat penting bagi manusia untuk kelangsungan
hidupnya, sebagaimana hal-hal yang diinginkan oleh manusia berkaitan dengan
kebutuhannya dan kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemuas
kebutuhan terbatas. Itu semua akan dipelajari dalam ilmu ekonomi.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana pengertian ekonomi dari
sudut pandang para ahli ?
2.
Bagaimana Ruang Lingkup
Ekonomi ?
3.
Apa saja metode-metode ilmu
ekonomi ?
4.
Bagaimana mazhab-mazhab
dalam ekonomi ?
5.
Bagaimana konsep-konsep ilmu
ekonomi ?
6.
Bagaimana generalisasi ilmu
ekonomi ?
7.
Apa saja teori ekonomi ?
C. TUJUAN
1.
Mengetahui pengertian ekonomi dari
sudut pandang para ahli.
2.
Mengetahui ruang lingkup
ekonomi.
3.
Mengetahui metode-metode
ilmu ekonomi.
4.
Mengetahui mazhab-mazhab
dalam ekonomi.
5.
Mengetahui konsep-konsep
ilmu ekonomi.
6.
Mengetahui generalisasi ilmu
ekonomi.
7.
Mengetahui teori ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
EKONOMI
Ekonomi
berasal dari bahasa yunani, yaitu oikosnamos
atau oikonomia yang artinya manajemen urusan rumah tangga. Dalam
bahasa modern istilah ekonomi adalah prinsip usaha maupun metode untuk mencapai
tujuan dengan alat-alat sesedikit mungkin.
Definisi
ilmu ekonomi menurut :
a.
Albert
L. Meyers
Ilmu ekonomi ialah ilmu yang
mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia.
b.
J.L.
Meij
Ilmu ekonomi ialah tentang usaha
manusia ke arah kemakmuran.
c.
Samuelson
dan Nordhaus
Ilmu ekonomi ialah studi tentang
perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang
langka dan memiliki beberapa alternative penggunaan dalam rangka memproduksi
berbagai komoditi, kemudian menyalurkan baik saat ini maupun masa depan kepada
berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Secara
fundamental dan historis, ilmu ekonomi dapat dibedakan
menjadi dua, yakni ekonomi positif dan normatif . ilmu ekonomi positif hanya
membahas deskripsi mengenai fakta, situation, dan hubungan yang terjadi dalam
ekonomi. Sedangkan ilmu ekonomi normatif membahas pertimbangan-pertimbangan
nilai dan etika, seperti sistem perpajakan yang diarahkan pada kaidah yang
diambil dari si kaya untuk menolong si miskin.
Menurut
sastradipoera mengemukakan bahwa ilmu ekonomi positif
merupakan ilmu yang hanya melibatkan diri dalam masalah “apakah yang terjadi”. Oleh karena itu, ilmu ekonomi positif netral
terhadap nilai-nilai.artinya, ilmu ekonomi positif bebas nilai(value free)
hanya menjelaskan “apakah harga itu”
dan “apakah yang akan terjadi jika harga
itu naik atau turun” bukan “ apakah
harga itu adil atau tidak” ilmu
ekonomi normative bertentangan dengan ilmu ekonomi positif, olmu ekonomi
normative beranggapan bahwa ilmu ekonomi harus melibatkan diri dalam mencari
jawaban atau masalah “apakah yang
seharusmnya terjadi”.
Ilmu ekonomi memiliki keterbatasan,
keterbatasan tersebut mencakup hal-hal berikut :
1. Objek
penyelidikan ilmu ekonomi tidak dapat dilokalisasikan
2. Hasil
penyelidikannya berupa kesimpulan atau generalisasi, tidak dapat bersifat
mutlak.
3. Tidak
ada laboraturium untuk mengadakan percobaan ekonomi
4. Ekonomi
merupakan salah satu bagian saja dari seluruh program aktivitas di suatu
Negara.
Ditinjau dari ruang lingkup atau cakupannya, ilmu
ekonomi dapat dibedakan atas makroekonomi dan mikroekonomi. Istilah
makroekonomi untuk pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch pada tahun
1933, yang diterapkan pada studi mengenai hubungan antara degret ekonomi yang
bersifat luas. Sasaran kebijakan makroekonomi adalah kesempatan kerja full employment (kondisi dimana seluruh
sumber daya, khususnya tenaga kerja dapat terserap sepenuhnya) dan stabilitas
harga. Instrument kebijakan makroekonomi adalah moneter dan fiskal. Sedangkan studi
mengenai unit-unit pengambilan keputusan individual dalam perekonomian seperti
rumah tangga, pekerja, dan perusahaan yang secara umum dikenal dengan sebutan
mikro ekonomi.
Perkembangan
ilmu ekonomi dibagi menjadi :
1. Ekonomi
lingkungan
Tiga
unsure pokok dalam ekonomi lingkungan :
Ø Kesejahteraan
manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya
alam
Ø Kerusakan
lingkungan disebabkan oleh penyimpangan atau kegagalan ekonomi, terutama yang
bersumber dari pasar.
Ø Solusi
kerusakan lingkungan harus mengoreksi unsure-unsur ekonomi sebagai penyebabnya.
2. Ekonomi
evolusioner
Merupakan bidang kajian ekonomi
yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya
perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan dan Negara yang mencerminkan bahwa
evolusi selalu beroperasi pada tingkat yang berlainan dengan tingkat kecepatan
yang berbeda-beda.
3. Ekonomi
eksperimental
Merupakan hasil studi perilaku
pilihan individu, terutama ketika para ekonomi memusatkan perhatiannya pada
teori mikroekonomi.
4. Ekonomi
kesehatan
Menggeneralisasikan aneka informasi
mengenai biaya dan keuntungan dari cara-cara alternative mencapai kesehatan dan
tujuan kesehatan.
5. Ekonomi
institusional
Studi tentang system social yang
membatasi penggunaan dan pertukaran sumber daya langka, serta upaya untuk
menjelaskan munculnya berbagai bentuk pengaturan institusional yang
masing-masing mengandung konsekuensi terhadap kinerja ekonomi.
6. Ekonomi
Matematik
Merupakan ilmu yang digunakan
sebagai pendekatan dalam mempelajari analisis ekonomi. Ahli ekonomi menggunakan
simbol-simbol matematis untuk menyatakan permasalahan ekonomi serta menggunakan
dalil-dalil matematis untuk membantu pembahasan masalah tersebut. Matematika
ekonomi digunakan dalam berbagai ilmu lain seperti, ekonomi mikro, ekonomi
makro, metode kuantitatif, ekonomi keuangan, serta ilmu-ilmu lain yang
membutuhkan alat analisis dalam pendekatannya
7. Ekonomi
Sumber Daya Alam
Merupakan bidang ekonomi yang
mencakup kajian diskriptif dan normative terhadap alokasi sumber daya alam,yaitu
sumber daya yang tidak diciptakan melalui kegiatan manusia,melainkan disediakan
oleh alam.
8. Ekonomi
Pertahanan
Merupakan studi tentang biaya-biaya
pertahanan yang mengkaji masalah pertahanan dan perdamaian dengan menggunakan
analisis dan metode ekonomi yang meliputi kajian mikroekonomi dan makroekonomi,
seperti optimisasi statis dan dinamis, teori pertumbuhan, distribusi,
perbandingan data statistic dan ekonometrik (penggunaan statistika model
ekonomi).
9. Ekonomi
Sisi Penawaran
Ekonomi sisi penawaran memiliki
pengertian umum dan pengertian khusus. Pengertian umumnya adalah ekonomi yang
berkaitan dengan analisis yang menekankan pada arti penting factor penawaran
dalam menentukan output dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Sedangkan
dalam pengertian khusus, istilah tersebut diasosiasikan dengan kebijakan
ekonomi Amerika Serikat pada tahun 1980-an,kadang-kadang merujuk pada
Reagononmics yang berpandangan bahwa pemotongan pajak akan menyebabkan
pertumbuhna yang cukup untuk mengembalikan pendapatan pajak.
10. Ekonomi
Kesejahteraan
Merupakan kajian ilmu ekonomi
tentang bagaimana melakukan sesuatu dangan cara yang terbaik atau optimal,
dalam menggunakan sumber-sumbar yang terbatas.
11. Ekonomi
Dualistik (Dual Economy )
Merupakan istilah yang memiliki
makna akademis teknis maupun makna yang lebih umum.
12. Ekonomi
Informal (Informal Economy)
Merupakan suatu istilah serta
dihubungkan dengan perekonomian “bawah
tanah “perekonomian gelap” atau “perekonomian
yang terabaikan”, yang semuanya mengacu pada jenis-jenis transaksi ekonomi
yang tidak tercermin pada statistic resmi.
13. Ekonomi
Campuran
Merupakan dari sistem ekonomi pasar
dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan
masalah ekonomi.
14. Ekonomi
Pertanian
Merupakan bagian ilmu
pertanian yang menjelaskan fenomena pertanian dari sudut
ekonomi, atau bagian dari ilmu ekonomi yang diterapkan pada sector pertanian.
15. Ilmu
Ekonomi Tingkah Laku
Merupakan ilmu yang bersifat
empiris dan wajar dalam pengembangan, metode yang digunakannya pun lebih banyak
dengan wawancara. Hal itu dimaksudkan untuk memperoleh informasi secara
langsung sebagai contoh pada pengkajian perilaku konsumen.
16. Ilmu
Ekonomi Pembangunan
Merupakan ilmu yang mengacu pada
masalah perkembangan ekonomi. Khususnya dinegara-negara berkembang dan
terbelakng yang embrionya mulai awal tahun 1940-an, dan lahir setelah Perang
Dunia II. Dengan demikian, ilmu pembangunan dapat dikatakan sebagai subdisiplin
mandiri yang belakangan ini membanjiri dan menggambarkan adanya suasana yang
penuh tanda tanya, meragukan pengaruh ekonomi konvensional yang seakin besar
sealigus sebagai kritik para ahli ekonmi politik radikal yang semakin jauh
menerobos namun mengabaikan negara miskin.
B.
METODE ILMU
EKONOMI
Adapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut Chaurmain dan
Prihatin meliputi sebagai berikut :
a. Metode
Induktif
Metode
dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang
ada di dalam realitas kehidupan. Realitas tersebut mencakup setiap unsur
kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat lokal dan sebagainya yang
mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut
dapat dikaji secermat mungkin.
b. Metode
Deduktif
Metode ilmu
ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah
diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara
pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip, hukum, dan ketentuan yang ada
dalam ilmu ekonomi.
c. Metode
Matematika
Metode yang
digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan
soal-soal secara sistematis.
d. Metode
Statistika
Metode pemecahan masalah ekonomi
dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan penyajian data
dalam bentuk angka-angka secara statistik.Dari angka-angka yang disajikan,
kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya, selanjutnya dicarikan
cara pemecahannya.
C.
MAZHAB-MAZHAB
DALAM EKONOMI
a.
Mazhab Merkantisme
Mazhab ini muncul antara Abad Pertengahan dengan
kejayaan Laissez-Faire (1500-1776). Menurut Eatwell, merkantilisme merupakan
babak panjang pertalian sederhana dalam sejarah pemikiran ekonomi Eropa dan
kebijaksanaan ekonomi nasional, yang membentang sekitar tahun 1500-1800. Inti
ajaran atau mazhab ini adalah sebagai berikut :
1.
Emas dan perak merupakan bentuk kekayaan yang paling
banyak disukai.
2.
Negara harus mendorong ekspor dan memupuk kekayaan
dengan merugikan negara lainnya (tetangga).
3.
Dalam kebijakan ekspor impor, berkeyakinan bahwa
perkembangan harus dapat diraih dan dikelola dengan jalan meraih surplus
sebesar-besarnya dari penerimaan ekspor barang yang melebihi belanja untuk
impor barang.
4.
Kolonisasi dan mnonopolisasi perdagangan harus
benar-benar dapat dilaksanakan secara ketat untuk memelihara keabadian kaum
koloni tunduk dan tergantung kepada negara induk
5.
Penentangan atas bea,pajak, dan restriksi intern
terhadap mobilitas barang.
6.
Harus dibangun pemerintah pusat yang kuat untuk
menjamin kebijaksanaan merkantilisme tersebut.
7.
Pentingnya pertumbuhan penduduk yang tinggi, disertai
dengan sumber daya menusia yang tinggi , untuk memenuhi kepentingan pemasokan
kepentingan militer serta pengelolaan merkantilisme yang kuat.
b.
Mazhab Fisiokrat
Muncul pertama kali di Prancis menjelang berakhirnya
zaman merkantilisme yang diawali tahun 1756. Istilah fisiokrat bersal dari
bahasa Yunani, yaitu dari kata physia berarti alam, dan kratos berarti
kekuasaan. Secara harfiah berarti supremasi alam. Tokohnya adalah Francois
Quesnay (1654-1774). Inti dari mazhab ini adalah sebagai berikut :
1.
Pemerintah harus membatasi diri dalam intervensinya
dalam perekonomian yang jelas bertentangan dengan kaum merkantilis maupun
feodalis.
2.
Tekanan pada sektor pertanian yang produktif
memungkinkan terjadinya surplus atau produk neto di atas nilai sumber daya yang
digunakan.
3.
Pemilik tanah harus dibebani pajak, yaitu dalam satu
macam pajak.
c.
Mazhab Klasik
Mazhab ini secara umum mengacu kepada sekumpulan
gagasan ekonomi yang bersumber dari formulasi David Hume. Inti dari mazhab ini
terletak pada gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui interaksi
antara akumulasi modal dan pembagian kerja.
d.
Mazhab Sosialisme
Dalam mazhab sosialisme, sistem pemilikan dan
pelaksanaan kolektif atas faktor-faktor produksi biasanya dilakukan oleh
pemerintah. Inti mazhab ini sebenarnya sulit dijelaskan karena luasnya cakupan
sosialisme, yaitu sosialisme utopis, sosialisme ilmiah, sosialisme negara,
sosialisme anarkis, sosialisme revisionis, sosialisme serikat pekerja, dan
sebagainya, namun umumnya tidak berpihak kepada pembelaan kebebasan individu
yang luas.
e.
Mazhab Historis
Mazhab ini lahir di Jerman tahun 1840-an melalui karya
ilmiah yang ditulis oleh Friderich List (1789-1846) dan Wilhelm Roscher. Mereka
beranggapan bahwa konsep-konsep ekonomi sesungguhnya merupakan produk
perkembangan menurut sejarah kehidupan ekonomi yang khusus tumbuh di suatu
negara.
f.
Mazhab Marginalis
Mahzab ini pelopornya adalah Kalr Menger (1840-1921)
dari Jerman, William Staley Jevon dari Inggris, dan Leon Waras dari Prancis.
Mereka memberikan analisis mutlak mengenai hubungan antara kebutuhan dan harga
dengan mengacu pada konsep “guna marginal”.
g.
Mazhab Institusionalis
Mahzab ini datang dari Amerika Serikat tahun 1900-an
yang pengaruhnya masih kuat sampai sekarang ini, contohnya adanya undang-undang
anti-trust yang masih dipertahankan.
h.
Mazhab Neo-Klasik
Mahzab ini merujuk pada versi terbaru dari ekonomi
klasik yang dimunculkan pada abad ke-19, terutama oleh Alfred Marshal dan Leon
Walras. Mazhab ekonomi neoklasik mencoba memberi penjelasan lengkap dengan
memfokuskan pada mekanisme aktual yang menyebabkan terjadinya kondisi ekonomi.
i.
Mazhaab Keynesian
Mazhab ini sesuai pemimpinnya, yaitu John Maynard
Keynes yang merupakan ekonomi agregat (makro) yang dituangkan dalam bukunya General Theory of Employment, Interest ang
Money.
j.
Mazhab Chicago
Merupakan aliran kontra evolusi neoklasik yang menentang
instituonalisme dalam metodologi ilmu ekonomi, baik terhadap makroekonomi ala
Keyney maupun terhadap liberalisme abad ke-20 yang menonjolkan intervensionisme
dan penonjolan kebijakan ekonomi oleh pemerintah.
D.
KONSEP ILMU
EKONOMI
1. Skarsitas
(kelangkaan)
Skarsitas (kelangkaan) adalah sebuah
prinsip bahwa sebagian besar barang yang diinginkan orang hanya tersedia dalam
jumlah yang terbatas.
2. Produksi
Produksi dapat diartikan secara
luas dan sempit. Dalam pengertian luas, produksi adalah segala sesuatu untuk
menambah atau mempertinggi nilai atau faedah dari suatu barang. Sedangkan dalam
arti sempit, produksi adalah segala usaha dan aktifitas untuk menciptakan suatu
barang atau mengubah bentuk suatu barang menjadi barang lain.
3. Konsumsi
Konsumsi adalah segala tindakan
manusia yang dapat menimbulkan turun atau hilangnya faedah atau nilai guna
suatu barang.
4. Investasi
Investasi adalah perubahan stok
modal dalam kurun waktu tertentu.
5. Pasar
Pasar adalah sebuah
mekanisme dimana para pembeli dan penjual berinteraksi untuk menentukan harga
dan melakukan pertukaran barang dan jasa.
6. Uang
Uang adalah segala sesuatu yang
dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lalu
lintas perekonomian.
7. Letter
of Credit (L/C)
Letter of Credit (L/C) adalah suatu
surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importir nasabah bank
devisa yang bersangkutan dan ditujukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi
relasi dari importir tersebut.
8. Neraca
Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah keseluruhan
catatan akuntansi dari transaksi-transaksi internasional suatu negara dengan
negara lainnya.
9. Bank
dan Perbankan
Bank dan Perbankan adalah badan
usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk
lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
10. Koperasi
Koperasi adalah sebuah gerakan
ekonomi atau sebagai badan usaha milik bersama.
11. Kebutuhan
Dasar
Kebutuhan Dasar adalah suatu
kebutuhan yang berguna untuk mempertahankan hidupnya secara fisik.
12. Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah suatu proses
dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda
(inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
13. Perpajakan
Perpajakan adalah suatu pembayaran
yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang
dilakukan dalam hal menyelenggarakan jasa-jasa untuk kepentingan umum,
sekaligus sebagai sumber pendapatan negara.
14. Periklanan
Periklanan adalah suatu komunikasi pasar yang
dilakukan para penjual barang dan jasa.
15. Perseroan
Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan
persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha
dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta peraturan pelaksanaanya.
F. GENERALISASI ILMU EKONOMI
1. Skarsitas
(kelangkaan)
Skarsitas
(kelangkaan) akan barang dan jasa akan timbul apabila kebutuhan (keinginan)
seseorang ataupun masyarakat lebih besar dari pada tersedianya barang dan jasa
tersebut.
2. Produksi
Produksi
dalam sistem perekonomian modern, berlangsung berbagai aktivitas produksi yang
sangat banyak dan beragam. Semuanya berusaha untuk berproduksi secara efisien
atau dengan biaya serendah-rendahnya. Dengan kata lain, mereka selalu berusaha
untuk berproduksi pada tingkat output yang maksimum dengan menggunakan sejumlah
input tertentu.
3. Konsumsi
Konsumsi
memiliki analisis yaitu bagaimana mengaitkan pengeluaran untuk konsumsi dengan
tingkat pendapatan disposable konsumen.
4. Investasi
Kenaikan
investasi dapat mendorong kenaikan pendapatan. Injeksi dana investasi
memungkinkan produsen menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak. Untuk
itu, ia akan membeli faktor produksi yang lebih banyak lagi. Sebagai akibatnya,
pendapatan yang diterima konsumen meningkat dan akan mendorong mereka menambah
konsumsi, tabungan, atau keduanya.
5. Pasar
Dalam
sebuah sistem ekonomi pasar, tidak ada individu maupun organisasi yang secara
seorang diri bertanggung jawab atas penetapan harga, produksi, konsumsi, dan
distribusi. Harga-harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelian
konsumen dan mendorong produksi, sedangkan harga yang lebih rendah mendorong
konsumsi dan menghambat produksi.
6. Uang
Secara
umum, uang dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki fungsi
sebagai alat tukar-menukar, sebagai alat menyimpan kekayaan, dan sebagai alat
pengukur nilai.
7. Letter of
Credit (L/C)
Letter of
Credit dapat memudahkan pelunasan pembayaran transaksi ekspor, mengamankan dana
yang disediakan importir dalam pembayaran barang impor, dan menjamin
kelengkapan dokumen pengapalan.
8. Neraca
Pembayaran
Dalam
mempertimbangkan langkah-langkah untuk
menyeimbangkan neraca pembayaran, negara yang bersangkutan harus memfokuskan
diri pada neraca transaksi berjalan jika ia menginginkan berfungsinya perekonomian
riil dan ingin menghindari penurunan terus menerus atas nilai tukar mata uang
jika sedang defisit.
9. Bank dan
Perbankan
Bank
sentral memiliki tugas untuk memelihara agar sistem moneter bekerja secara
efisien sehingga dapat menjamin tercapainya tingkat pertumbuhan kredit atau
uang yang beredar sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan
ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi yang berarti.
10. Koperasi
Beberapa
kasus kurang majunya sistem ekonomi koperasi di Indonesia, pada umumnya disebabkan
oleh frendahnya kesadaran berkoperasi serta kurangnya etos kerja yang
berdisiplin, baik ditingkat pengurus maupun para anggotanya.
11.Kebutuhan Dasar
Kebutuhan
dasar tidak cukup didefinisikan hanya dengan mengacu pada kebutuhan fisik individunya
saja, melainkan harus melibatkan syarat-syarat fisik serta layanan lainnya yang
dibutuhkan oleh komunitas lokal.
12. Kewirausahaan
Banyak
kewirausahaan yang sukses adalah para pendatang atau imigran yang walaupun
dengan semangat “kantong kosong”, anggota kelompok minoritas keagamaan yang
militan jauh lebih berhasil dibanding kelompok lain.
13. Perpajakan
Tradisi
membayar pajak tepat pada waktunya sebagai bagian integral dalam menaati
perundangan yang berlaku, tidaklah mudah untuk dilaksanakan karena memerlukan
tingkat kesadaran yang tinggi dan terjalin kuat rasa saling percaya antara
rakyat dengan pemerintah yang ada.
14. Periklanan
Pengaruh
periklanan tidak lagi terbatas pada efek-efek ekonomi, melainkan meluas ke
berbagai bidang, dan tidak selalu positif tetapi juga negatif.
15. Perseroan Terbatas
Badan usaha perseroan terbatas memiliki
ciri-ciri independensi yang tinggi serta dapat mengabaikan resiko utang bagi
pemilik sahamnya sehingga berani berekspansi secara maksimal, selama masih ada
pihak yang mau memberikan pinjaman usahanya.
G. TEORI EKONOMI
Teori
ekonomi makro merupakan teori ekonoi yang membahas masalah-masalah ekonomi
secara keseluruhan, ssecara besar-besaran, menyangkut keseluruhan system dan
organisasi ekonomi. Dalam ekonomi makro, dibahas teori-teori yang bersifat umum
dari gejala-gejala ekonomi keseluruhan.
Berbeda dengan teori mikro yang merupakan suatu teori yang membahas peristiwa atau
hubungan kasual dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat
khusus. Dalam ekonomi mikro, dibahas mengenai kajian-kajian yang lebih
terbatas(spesifik).
Teori-teori
Ekonomi :
1. Teori Ekonomi Klasik Adam Smith
Teori
ini merupakan karya Adam Smith yang dituangkan dalam buku An Inquiriy into
Nature and Causes of the Wealth of Nations(1776). Smith adalah seorang Guru
Besar Falsafah Moral di Univesitas Gasglow yang memusatkan perhatiannya kepada
persoalan-persoalan umum, yaitu bagaimana menciptakan kerangka politik dan
social yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara swasembada. Adapun pokok-pokok
pikiran dari teorinya sbb:
§ Kebijaksanaan
Pasar Bebas
§ Keuntungan
Perangsang bagi Investasi
§ Keuntungan
Cenderung Menurun
§ Keadaan
Stationer
2. Teori Tahapan Pertumbuhan Ekonomi
Modernisasi Rostow
Teori
Pertumbuhan Ekonomi Modernisasi yang paling terkenal adalah teori dari ekonom
W.W. Rostow yang ditulis dalam bukunya The Stage of Economy Growth: A
Non-Communist Manifesto (1960) dan juga dalam The Proces of Economic Growth
(1953), kajiannya memakai pendekatan sejarah dalam menjelaskan proses
perkembangan ekonomi. Menurut Roslow, perkembangan ekonomi suatau masyarakat
meliputi lima tahap, antara lain:
·
Tahap Tradisional
·
Tahap pra kondisi tinggal landas
·
Tahap Tinggal Landas
·
Tahap Kematangan (Maturity)
·
Tahap Konsumsi Masa Tinggi atau
Besar-besaran
3. Teori Dampak Balik dan Dampak Sebar
Gunnard Myrdal
Gunnard
Myrdal adalah seorang ahli ekonomi Swedia dan pejabat pada Perserikatan
Bangsa-Bangsa, terkenal dengan tulisannya Economic Theory and Underdeveloped
Region (1957) dan Asian Drama : An Inquiry into The Proverty of Nations (1968)
, berpendapat bahwa pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab yang
membuat si kaya mandapat keuntungan semakin banyak dan mereka yang tertinggal
dibelakang menjadi semakin terhambat.
Dampak
Balik adalah perpindahan modal dan perdagangan serta keseluruhan dampak yang
timbul dari proses sebab musabab sirkuler dan antara factor-factor ekonomi dan
non-ekonomi. Sedangkan, Dampak Sebar adalah suatu dampak yang mengunjuk pada
suatu momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugaldari pusat
pengembangan ekonomi ke wilayah-wilayah lainnya. Menurut Gunnard Myrdal dalam
laju perkembangannya, kedua dampak tersebut tidak mungkin berjalan seimbang.
Hal itu disebabkan ketimpangan regional jauh lebih besar di negara-negara
miskin daripada di negara-negara kaya. Selain itu, di negara-negara miskin
ketimpangan regional semakin melebar, sedangkan di negara maju menyempit. Hal
ini disebabkan oleh semakin tinggi tingkat pembangunan ekonomi yang sudah
dicapai suatu negara biasanya semakin kuat pula dampak sebar yang akan terjadi.
4. Teori Nilai Surplus Karl Mark
Karl
Mark adalah seorang filsuf jerman (1818-1883). Dimata para ekonomi Barat ia
adalah seorang agitator yang telah membangkitkan perubahan di kalangan kaum
buruh dan intelektual yang telah merasa dirugikan oleh kapitalisme dan
mengoyak-oyak dasar-dasar system kebebasan natural Adam Smith
Teori Surplus dapat dikemukakan
sebagai berikut:
a. Jika
tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu kemana profit dan
bunganya? Mark menyebut profit itu sebagai nilai surplus.
b. Oleh
karena itu, ia berkesimpulan kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak yang
mengeksploitasi para pekerja.
c. Jikaa
semua nilai produk dan tenaga kerja maka semua profit yang diterima adalah oleh
kapitalisdan pemilik tanah pastilh merupakan nilai surplus yang diambil secara
tidak adil dari pendapatan kelas pekerja.
d. Adapun
rumus matematis untuk teori nilai surplus dapat dikemukakan bahwa tingkat
profit(p) atau eksploitasi adalah
sama dengan nilai surplus(s) dibagi
dengan nilai produktif akhir(r).
e. Mark
membagai nilai produktif akhir menjadi dua bentuk capital modal yaitu capital
konstan(c) dan capital variable(v). Kapital konstan mempresentasikan
modal dan peralatan. Kapital adalah tenaga kerja.
5. Teori Monetarisme Pasar Bebas
Friedman
Milton
Friedman lahir di Brooklyn pada tahun 1912. Ia adalah satu-satunya anak
laki-laki dari keempat bersaudara imigran Yahudi dari Eropa Timur yang bekerja
serabutan di New York. Pada tahun 1932, saat depresi Friedman mendapat beasiswa
untuk belajar ekonomi di University of
Chicago. Di Chicago ia bertemu dengan rekannya George Stigler seumur
hidupnya. Kemudian tahun 1946 Friedman mempeloreh gelar Ph.D. dari Colombia dan
ia mengajar di University of Chicago,
bahkan melanjutkan tradisinya memperkuat versi terbaru dari kuantitas uang
Irfing Fisher yang diterapkannya pada kebijakan moneter. Ia menulis banyak
topic yang berkaitan dengan kebijatan moneter dan berpuncak pada riset dan
tulisan empirisnya yang paling terkenal, yaitu A Monetary History of United States (1867-1960) yang dipublikasikan
oleh National Bureau of Economic Research
dan ditulis bersama Anna J.Schwartz. Pada intinya studi monumental ini
menunjukkan kekuatan uang dan kebijakan moneter dalam gejolak perekonomian
Amerika Serikat, termasuk depresi besar dan era pasca perang ketika para
ekonomi arus pertama percaya bahwa uang tidak penting. Kemudian ia pun menulis buku Capitalism and Freedom yang Inti Teorinya
sbb:
v Metodologi
Positivisme, menurut Freadman, validitas suatu teori tidwk tergantung pada
unsure generalisasinya maupun kekokohan asuumsi-asumsi dasarnya, melainkan
semata-mata pada kesesuaian implikasinya secara relatif terhadap implikasi
teori-teori lain yang diukur berdasarkan statistic primer.
v Pasar
dianggap sebagai mekanisme utama dalam menyelesaikan berbagai masalah ekonomi,
asalkan didukung kebebasan politik intelektual.
v Aturan
moneter yang ketat lebih disukai untuk pengambilan keputusan yang disekret oleh
otoritas pemerintah.
v Ia
lebih menekankan pada kebijakan moneter Q, kualitas uang jauh lebih penting
daripada P.
v Pengelolaan
uang pada administrative dan investasi kebijakan ekonomi yang bersifat ad hoc hanya akan merusak situasi
ekonomi.
v Ia
menolak standar emas sebagai numeraire moneter dengan dua alasan yaitu biaya
resources-nya yang tinggi dan implementasinya yang tidak praktis.
v Moneterisme
jauh lebih baik daripada fiskalisme dalam regulasi makroekonomi.
v Kebijakan
fiscal baginya diyakini sebagai wahana yang tepat untuk menuntaskan kemiskinan,
namun redistribusi pendapatan bagi kalangan diatas garis kemiskinan justru akan
lebih banyak menimbulkan kerugian.
v Imperalisme
displiner yang menonjolkan penerapan analisi ekonomi oleh para ekonom terhadap
semua bidang yang biasanya dianggap sebagai disiplin lain, seperti
sejarah,politik,hokum dan sosiologi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ilmu ekonomi
adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai
kemakmuran. Ilmu ekonomi timbul karena masalah pemilihan (problem of choice),
dimana kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan terjadi kelangkaan sumber
daya. Konsep dasar ekonomi meliputi pasar, uang, investasi, perseroan terbatas,
koperasi dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Supardan, Dadang. 2011. Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian
Pendekatan Struktural. Jakarta: Bumi Aksara.
0 komentar:
Posting Komentar